Bitcoin menyerang kuat di atas 74.000 dolar! Saham Korea jatuh 20% dalam dua hari, apakah aliran kembali investor ritel ke dunia kripto menjadi kekuatan rebound?

BTC0,8%

Bitcoin menembus $74.000, ETF dua hari masuk sebesar $680 juta. Bertepatan dengan saham Korea yang jatuh 20%, diduga dana ritel beralih ke dunia kripto. Namun, pendapat para ahli berbeda, mengingatkan untuk waspada terhadap jebakan pasar bullish.

Bitcoin rebound kuat, ETF spot dua hari masuk sebesar $680 juta

Bitcoin ($BTC) sempat menembus level $74.000 pada dini hari ini. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, pasar kontrak perpetual kripto global mengalami 129.049 posisi terpaksa dilikuidasi, dengan total kerugian mencapai $594 juta.

Selain itu, investor institusi mulai kembali masuk pasar, data dari SoSoValue menunjukkan bahwa, dari 2 hingga 3 Maret, total masuk dana ke ETF Bitcoin spot AS selama dua hari melebihi $680 juta.

Sumber gambar: SoSoValue

Nic Puckrin, Co-Founder Coin Bureau, menyebutkan bahwa dalam konflik terbaru antara AS dan Iran, performa Bitcoin lebih baik daripada indeks Nasdaq, S&P 500, bahkan emas, yang merupakan sinyal positif.

Lembaga riset K33 juga menunjukkan bahwa setelah mengalami penurunan selama enam minggu berturut-turut dan lima bulan masa rendah, Bitcoin telah memasuki kondisi oversold mingguan terparah dalam sejarah; Owen Lau, analis dari Clear Street, menyatakan bahwa penurunan sekitar 44% di pasar kripto dari 10 Oktober tahun lalu hingga 28 Februari mungkin menandai akhir dari gelombang penurunan baru. Jika periode ini dianggap sebagai musim dingin kripto, maka biarkan saja.

Saham Korea jatuh 20% dalam dua hari, dana ritel beralih ke Bitcoin?

Rebound kuat Bitcoin bertepatan dengan gejolak hebat di pasar saham Korea. Menurut laporan dari CoinDesk, Indeks saham gabungan Korea (Kospi), yang didominasi saham teknologi, jatuh sekitar 20% dalam dua hari perdagangan minggu ini, mencatat salah satu penurunan tercepat dalam sejarah.

Ketegangan geopolitik sementara menghancurkan gelembung spekulasi saham teknologi terkait AI. Sebelumnya, selama berbulan-bulan, investor ritel Korea aktif membeli saham Korea, yang menyebabkan indeks Kospi, yang didominasi saham Samsung dan SK Hynix, melonjak hampir 180% dalam sekitar 10 bulan.

Sumber gambar: Google Indeks Gabungan Korea Kospi, kenaikan enam bulan terakhir

Korea adalah salah satu negara di mana investor ritel memainkan peran penting di pasar saham dan kripto. Analisis jangka panjang menunjukkan bahwa trader lokal sering memindahkan dana antar pasar spekulatif, dan tidak sepenuhnya keluar dari aset berisiko.

Pada November tahun lalu, sebuah analisis dari CoinDesk pernah menggambarkan fenomena pergeseran besar di Korea, di mana investor ritel beralih ke saham teknologi terkait AI, menyebabkan volume transaksi di bursa kripto domestik menurun. Kini, seiring pasar saham mendingin, dana tampaknya kembali mencari kripto sebagai jalur keluar baru.

Premium Korea tetap rendah, ritel belum gila

Meski volume transaksi di pasar kripto Korea mulai meningkat, dengan volume saat ini, belum terlihat gelombang spekulasi ekstrem seperti yang sering terjadi di siklus pasar Korea sebelumnya.

Indikator yang mengukur selisih harga Bitcoin di bursa Korea dan pasar global, yaitu “Premium Kimchi”, tetap moderat. Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa indeks premium Korea saat ini mendekati 1%, jauh di bawah level yang terlihat selama rebound yang didorong oleh ritel sebelumnya.

Namun, dibandingkan dengan pertengahan Januari ketika premium Kimchi sempat masuk ke zona negatif, sentimen ritel saat ini memang menunjukkan sedikit peningkatan.

Jebakan pasar bullish atau sinyal pembalikan? Pendapat pasar berbeda

Sehubungan dengan kenaikan terbaru Bitcoin, pasar belum mencapai konsensus penuh. Beberapa trader memperingatkan bahwa tren harga saat ini berpotensi menjadi jebakan pasar bullish (Bull Trap), yaitu kenaikan sementara yang menarik pembeli lalu berbalik turun.

Para analis menunjukkan bahwa distribusi posisi di pasar derivatif dan tingginya suplai di atas harga saat ini merupakan risiko potensial. Kenaikan Bitcoin ke kisaran $72.000 hingga $76.000 bisa memicu aksi jual dari para penjual, dan tidak bisa dipastikan ini adalah tren kenaikan yang berkelanjutan.

Namun, Owen Lau, analis lain, memiliki pandangan berbeda. Ia percaya bahwa perkembangan terbaru ini mungkin menandai awal perubahan yang lebih luas di industri kripto, dan yakin bahwa tren kenaikan ini memiliki kekuatan untuk berlanjut.

Baca selengkapnya:
Akan datang tonggak sejarah? Pasokan Bitcoin mendekati 20 juta koin, 114 tahun lagi baru bisa tambang 1 juta koin terakhir

Isi artikel ini disusun oleh Tim Crypto Agent dari berbagai sumber, melalui proses review dan editing oleh Crypto City. Saat ini masih dalam tahap pelatihan, sehingga mungkin terdapat bias logika atau kesalahan informasi. Isi ini hanya untuk referensi, bukan sebagai saran investasi.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar