FBI dan Europol bersama-sama menutup forum hacker LeakBase, operasi penegakan hukum di 14 negara mengunci data 140.000 pengguna

BTC-2,83%

5 Maret, menurut berita, FBI Amerika Serikat dan Europol bersama lembaga penegak hukum dari berbagai negara melancarkan operasi lintas negara dan berhasil menutup forum kejahatan siber LeakBase. Platform ini telah lama digunakan oleh peretas untuk memperdagangkan data curian, informasi akun, dan alat serangan siber, dengan lebih dari 142.000 anggota terdaftar dan sekitar 215.000 informasi terkait dipublikasikan. Penegak hukum menilai ini sebagai salah satu komunitas kejahatan siber paling aktif di dunia.

Asisten Direktur Departemen Kejahatan Siber FBI Brett Leatherman menyatakan bahwa operasi ini menargetkan infrastruktur inti LeakBase. Penegak hukum menyegel server forum dan mengumpulkan banyak bukti termasuk informasi akun, catatan posting, data kartu kredit, data pribadi, dan log IP untuk penyelidikan dan pelacakan pelaku.

Operasi berlangsung dari 3 hingga 4 Maret, melibatkan penegak hukum dari 14 negara. Setelah operasi selesai, lembaga terkait menempatkan pengumuman penutupan di halaman utama situs dan mengirimkan peringatan kepada pengguna platform. Selain itu, di Amerika Serikat, Australia, Belgia, Polandia, Portugal, Rumania, Spanyol, dan Inggris, sejumlah surat perintah penggeledahan dan penangkapan dilakukan. Asisten Menteri Kehakiman AS untuk Kriminal A. Tyson Duvall menyatakan bahwa penutupan LeakBase memutuskan saluran perdagangan data sensitif yang telah lama digunakan oleh pelaku kejahatan siber, yang pernah digunakan untuk menjual data identitas pribadi, informasi rekening bank, dan kredensial login.

Meskipun pengumuman penegakan hukum tidak secara langsung menyebutkan akun aset kripto, para ahli industri menunjukkan bahwa forum hacker serupa biasanya melibatkan perdagangan data dompet kripto dan informasi pengguna. Sebelumnya, saat Raidforums, pendahulu LeakBase, ditutup pada 2022, platform ini menyimpan banyak file kebocoran data termasuk sekitar 272.000 data pribadi terkait pengguna Ledger, perusahaan dompet kripto.

Dalam satu tahun terakhir, risiko kebocoran data di industri aset digital meningkat secara signifikan. Pada Mei 2025, pelaku kejahatan siber memperoleh akses ke sistem internal salah satu platform kripto besar melalui suap kepada kontraktor layanan pelanggan luar negeri, lalu mencuri data pribadi pengguna dan melakukan serangan rekayasa sosial. Selain itu, peretas juga pernah membobol akun dark web organisasi ransomware LockBit dan mempublikasikan sekitar 60.000 alamat Bitcoin terkait infrastruktur mereka. Para peneliti keamanan berpendapat bahwa seiring dengan meningkatnya skala aset digital, kerja sama penegakan hukum internasional terkait keamanan dompet kripto, perlindungan data privasi pengguna, dan penyelidikan kejahatan siber terus memperkuat.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar