Pesan Berita Gate, 14 April — Apple menghapus aplikasi hadiah Freecash dari App Store-nya lebih awal hari ini, dengan alasan praktik pemasaran yang menyesatkan. Google mengatakan pihaknya sedang menyelidiki aplikasi tersebut, yang tetap tersedia di Google Play pada Senin sore (April 14).
Freecash dimiliki oleh Almedia yang berbasis di Jerman dan membayar pengguna untuk bermain game seluler. Firma keamanan siber Malwarebytes memperingatkan aplikasi tersebut dapat mengumpulkan data pribadi sensitif, termasuk ras, agama, orientasi seksual, informasi kesehatan, dan data biometrik.
Aplikasi ini menjalankan iklan TikTok yang menyarankan pengguna bisa mendapatkan uang dengan menggulir. Menurut Appfigures, Freecash mencapai peringkat kedua di App Store AS pada Januari 2026 dengan 5,5 juta unduhan global pada bulan tersebut. Almedia membantah menggunakan pemasaran yang menipu atau lalu lintas buatan, sementara Freecash mengatakan iklan berasal dari afiliasi pihak ketiga.
Data Appfigures yang dikutip oleh TechCrunch menunjukkan Almedia pertama kali mengajukan Freecash ke App Store pada Maret 2024, tetapi Apple menariknya pada Juni 2024. Beberapa bulan kemudian, sebuah aplikasi yang sudah ada dari 256 Rewards Ltd yang berbasis di Siprus mengubah namanya menjadi Freecash sambil mempertahankan ID aplikasi yang sama. Analisis independen menguraikan ribuan keluhan pengguna yang mengklaim akun diblokir saat mencoba melakukan penarikan untuk jumlah yang lebih besar.