Pesan Gate News, 17 April — Pusat riset Hong Kong Institute of Finance merilis sebuah laporan berjudul “Memanfaatkan Transisi Hijau: Peluang dan Lanskap Pembiayaan Transisi yang Terus Berkembang.” Studi tersebut menemukan bahwa 74% dari lembaga keuangan yang disurvei secara global mengharapkan pasar pembiayaan transisi tetap stabil atau tumbuh selama tiga tahun ke depan, dengan lembaga dari Asia-Pasifik menunjukkan optimisme tertinggi sebesar 91%.
Laporan ini menelaah perkembangan pembiayaan transisi global dan menyoroti pentingnya kolaborasi multi-pemangku kepentingan serta praktik terbaik internasional untuk mencegah greenwashing dan menjaga transparansi. Hasil survei menunjukkan bahwa 60% lembaga yang disurvei sudah terlibat dalam atau sedang menjajaki pembiayaan transisi. Ekuitas, dana, dan obligasi muncul sebagai instrumen pembiayaan yang paling umum digunakan untuk proyek pembiayaan transisi, dengan alat-alat khusus yang diperkirakan akan semakin bertambah seiring pasar semakin matang. Lembaga yang disurvei mencatat bahwa model kolaboratif, termasuk blended finance, dapat meningkatkan profil risiko-imbal hasil dan menarik modal swasta.
Laporan tersebut merekomendasikan untuk menjaga kepastian regulasi, memperdalam kerja sama regional, serta mendorong ekosistem pembiayaan transisi yang dinamis di Hong Kong. CEO Hong Kong Institute of Finance Feng Yinnuo menyatakan bahwa melalui dialog, kolaborasi lintas batas, dan inovasi yang berkelanjutan, Hong Kong dapat memperkuat posisinya sebagai pusat pembiayaan berkelanjutan terdepan dan mendorong ketahanan iklim serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.