Gate News Berita, 8 April, Ketua Parlemen Iran pada 9 April mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa tiga ketentuan kunci dalam proposal 10 poin telah dilanggar sebelum dimulainya perundingan. Secara rinci meliputi: pertama, tidak mematuhi ketentuan dalam Proposal 10 Poin mengenai tercapainya gencatan senjata di Lebanon, yang secara tegas disebutkan oleh Perdana Menteri Pakistan dan diklaim sebagai “gencatan senjata menyeluruh yang berlaku segera di semua tempat, termasuk Lebanon dan wilayah lainnya”; kedua, sebuah drone tanpa awak yang menyerang masuk ke wilayah udara Iran, hancur di kota Lar di Provinsi Fars, yang jelas melanggar ketentuan larangan setiap pelanggaran lebih lanjut terhadap wilayah udara Iran; ketiga, menyangkal hak atas uranium terenkapsulasi Iran, yang tercakup dalam Pasal 6 kerangka tersebut. Ketua Parlemen Iran menyatakan bahwa “kondisi yang benar-benar dapat dijalankan” yang semestinya menjadi dasar perundingan telah dirusak secara terang-terangan dan jelas, bahkan sejak sebelum perundingan dimulai; dalam situasi seperti ini, menerapkan gencatan senjata bilateral atau melakukan perundingan tidaklah masuk akal.