Pesan Gate News, 17 April — OCBC telah muncul sebagai penawar utama untuk mengakuisisi aset perbankan ritel HSBC di Indonesia, menurut sumber yang mengetahui perkara tersebut. Pemberi pinjaman asal Singapura itu menargetkan kesepakatan yang menilai bisnis konsumen HSBC di negara tersebut lebih dari 6 triliun rupiah (approximately S$445 million), saat mereka berupaya memperkuat kehadirannya di ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
OCBC mengungguli penawar lain untuk menjadi pembeli yang paling mungkin, meski pembicaraan masih berlangsung dan belum ada keputusan final. Penawar potensial lainnya masih bisa muncul. DBS Group Holdings, UOB, CIMB Group Holdings asal Malaysia, dan Sumitomo Mitsui Financial Group asal Jepang juga termasuk pihak yang mempertimbangkan penawaran untuk aset tersebut. OCBC dan HSBC sama-sama menolak mengonfirmasi rincian, dengan HSBC menyatakan bahwa pihaknya sedang meninjau opsi strategis untuk bisnis perbankan ritel di Indonesia.
OCBC sudah beroperasi di Indonesia melalui anak perusahaannya yang terdaftar di Jakarta, PT Bank OCBC NISP, dan telah berkembang melalui pertumbuhan organik serta akuisisi, termasuk PT Bank Commonwealth Indonesia pada 2024. Akuisisi tersebut akan menjadi kesepakatan besar pertama di bawah CEO OCBC yang baru, Tan Teck Long, yang berencana melakukan ekspansi lebih dalam ke Asia dengan fokus pada adopsi teknologi, kecerdasan buatan, digitalisasi, serta mendukung transisi net-zero klien. Strategi ini mencakup pertumbuhan segmen kelas mampu di Hong Kong dan ekspansi private banking di Indonesia.
HSBC sedang melakukan peninjauan strategis yang terarah terhadap bisnis ritel mereka di Australia, Indonesia, dan Mesir, tanpa keputusan yang dimuktamadkan. HSBC Life Singapore juga sedang ditinjau. Langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan bank global seperti HSBC dan Citigroup yang melepas aset non-inti, dengan pasar yang berkembang cepat seperti Indonesia menarik institusi yang berfokus pada ekspansi.