Pesan Gate News, 17 April — Figur televisi dan influencer asal Rusia, Viktoria Bonya, mengunggah video viral yang mengkritik pemerintahan Putin sebagai “tidak peka terhadap realitas,” sambil memperingatkan bahwa masyarakat Rusia didorong hingga titik patah oleh korupsi dan kebohongan serta siap untuk meledak. Video berjudul “Sebuah permohonan kepada Vladimir Vladimirovich Putin. Dari seluruh warga Rusia yang prihatin,” telah mengumpulkan lebih dari 20 juta penayangan dan 1 juta suka.
Bonya, yang saat ini tinggal di luar Rusia, berbicara langsung kepada Putin, mengklaim bahwa dia dibiarkan dalam ketidaktahuan oleh para “ya-men” miliknya sendiri dan tidak memiliki informasi akurat tentang kondisi di negara tersebut. Ia menggunakan metafora “pegas yang dililit” untuk menggambarkan sentimen publik, dengan mengatakan: “Orang-orang akan berhenti takut dan mereka sedang diperas menjadi sebuah pegas yang dililit dan suatu hari pegas yang dililit itu akan menembak.” Video tersebut secara khusus menargetkan tindakan keras Kremlin terhadap media sosial dan aplikasi pesan, serta kegagalan pemerintah dalam menangani banjir di Dagestan dan wabah penyakit pada ternak di Siberia.
Dalam langkah yang jarang terjadi, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengakui video tersebut, alih-alih menekannya, dengan menyatakan bahwa pekerjaan sedang dilakukan untuk menangani isu-isu yang diangkat. Pengamat politik memandang pengakuan ini sebagai tanda kelemahan bagi pemerintahan Putin. Dengan pemilu parlemen dijadwalkan pada akhir tahun ini, beberapa analis berspekulasi apakah permohonan Bonya bisa berfungsi sebagai “katup pengaman” untuk frustrasi publik, meskipun ia membantah ada koordinasi dengan Kremlin.