Pesan Gate News, 17 April — Sajwo, platform perdagangan lintas batas global berbasis AI, mengumumkan kemitraan dengan Rakuten, platform e-commerce besar dari Jepang, untuk secara bersama-sama mempromosikan layanannya di pasar Korea.
Dalam kemitraan ini, Sajwo akan menjual produk-produk yang terdaftar di Rakuten kepada pengguna Korea, dengan rencana untuk memperluas ke seluruh dunia. Informasi produk akan diperbarui secara real-time melalui integrasi API. Saat pengguna membeli produk Rakuten di Sajwo, transaksi terjadi secara bersamaan di platform Rakuten. Penjual mengirimkan barang ke pusat logistik Sajwo, tempat produk diperiksa, dikonsolidasikan, dan dikirimkan kepada pembeli. Kedua perusahaan juga akan berkolaborasi dalam pemasaran dan dukungan pelanggan, dengan Sajwo menempatkan staf Korea untuk menangani pertanyaan produk serta menyediakan analisis umpan balik pelanggan untuk mendukung masuknya Rakuten ke pasar Korea.
Sajwo adalah platform perdagangan lintas batas berbasis AI global yang saat ini beroperasi di Korea dan Jepang, dengan rencana untuk memperluas ke Amerika Utara dan Eropa. Teknologi AI-nya secara otomatis menghitung biaya tambahan seperti biaya bea cukai, tarif, dan biaya pengiriman. Platform ini juga menerjemahkan dan melokalkan detail produk serta opsi pembelian dari URL mal belanja asing. Dengan kemitraan ini, Sajwo kini menangani produk dari kedua platform e-commerce Jepang utama—Rakuten dan Mercari.
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke
Penafian.
Artikel Terkait
American Express Akan Mengakuisisi Startup Pengeluaran Berbasis AI Hyper pada Q2 2026
American Express akan mengakuisisi startup AI Hyper untuk meningkatkan alat manajemen pengeluarannya bagi klien komersial. Akuisisi ini, yang diperkirakan selesai pada Q2 2026, menyusul kemitraan yang meluncurkan kartu imbalan berlogo bersama pada 2024.
GateNews39menit yang lalu
Startup Cloud Singapura OrtCloud Menggalang Dana $1,7 Juta dalam Putaran Pre-Seed yang Dipimpin Golden Gate Ventures
OrtCloud, sebuah startup asal Singapura, mengumpulkan dana pendanaan pre-seed sebesar $1,7 juta untuk infrastruktur cloud khusus yang dirancang untuk beban kerja AI. Dengan klien seperti OpenAI dan Samsung, perusahaan ini bertujuan untuk meningkatkan pengembangan produk serta memperluas jangkauan di Asia Pasifik dan AS.
GateNews47menit yang lalu
Canva Meluncurkan Platform AI 2.0, Berkembang dari Alat Desain Menjadi Work OS Terpadu
Canva AI 2.0 mengubah Canva dari sekadar alat desain menjadi platform operasi kerja yang komprehensif. Fitur ini menggunakan AI generatif untuk merampingkan alur kerja, memungkinkan pengguna membuat dan mengedit desain melalui bahasa alami, mengotomatiskan tugas, serta mengintegrasikan dengan berbagai aplikasi.
GateNews2jam yang lalu
Candescent Memperluas Operasi di India hingga 1.000 Staf di Tiga Kota
Candescent, sebuah perusahaan fintech AS, telah memperluas tenaga kerjanya di India menjadi 1.000 orang, menjadikan India sebagai pusat pengembangan produknya. Perusahaan ini menggunakan AI untuk 80% proses pengkodeannya, berencana menambah jumlah karyawan lebih lanjut, dan melayani lebih dari 30 juta pengguna, yang menegaskan pentingnya India dalam operasinya.
CryptoFrontier2jam yang lalu
Shinsegae Group dan Reflection AI Meluncurkan Proyek Inovasi Ritel di Enam Bidang Usaha
Shinsegae Group dan Reflection AI bermitra untuk berinovasi pada operasi ritel dengan mengintegrasikan AI di enam bidang, meningkatkan produktivitas dan pengalaman pelanggan. Mereka menghentikan pembicaraan dengan OpenAI untuk fokus pada kolaborasi ini.
GateNews4jam yang lalu
Saham Alibaba Naik Lebih dari 3% karena Alibaba Cloud Mengumumkan Kenaikan Harga untuk Layanan AI
Pada 16 April, saham Alibaba naik lebih dari 3% setelah mengumumkan kenaikan harga untuk layanan AI agar dapat menstabilkan pasokan dan operasional. Perusahaan ini juga meluncurkan Happy Oyster, model inovatif untuk lingkungan 3D yang menargetkan industri game dan film, sekaligus berupaya meningkatkan pendapatan AI dan cloud hingga $100 miliar dalam lima tahun.
GateNews13jam yang lalu