Shinsegae Group dan Reflection AI Meluncurkan Proyek Inovasi Ritel di Enam Bidang Usaha

Pesan Gate News, 17 April — Shinsegae Group, konglomerat ritel utama Korea Selatan, dan perusahaan AI AS Reflection AI mengumumkan pada 17 April bahwa mereka tengah melanjutkan proyek inovasi ritel yang komprehensif dengan mengintegrasikan AI di enam area operasional inti: pengadaan produk, pemesanan, penetapan harga, logistik, manajemen inventaris, dan manajemen pelanggan.

Dua perusahaan tersebut menandatangani nota kesepahaman bulan lalu di San Francisco untuk membangun dan mengoperasikan bersama sebuah pusat data AI. CEO Reflection AI Misha Laskin akan berkunjung ke Korea Selatan bulan ini untuk bertemu dengan Emart, pengecer andalan Shinsegae, dan membahas strategi implementasi. Perusahaan-perusahaan tersebut memperkirakan integrasi AI akan meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan inventaris, dan memperbaiki kepuasan pelanggan melalui ketersediaan produk secara real-time dan penetapan harga dinamis.

Untuk memfokuskan sumber daya pada kemitraan Reflection AI dan pengembangan pusat data AI, Shinsegae Group telah memutuskan untuk menghentikan pembicaraan dengan OpenAI mengenai kolaborasi AI, menurut pernyataan perusahaan.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.

Artikel Terkait

American Express Akan Mengakuisisi Startup Pengeluaran Berbasis AI Hyper pada Q2 2026

American Express akan mengakuisisi startup AI Hyper untuk meningkatkan alat manajemen pengeluarannya bagi klien komersial. Akuisisi ini, yang diperkirakan selesai pada Q2 2026, menyusul kemitraan yang meluncurkan kartu imbalan berlogo bersama pada 2024.

GateNews12menit yang lalu

Startup Cloud Singapura OrtCloud Menggalang Dana $1,7 Juta dalam Putaran Pre-Seed yang Dipimpin Golden Gate Ventures

OrtCloud, sebuah startup asal Singapura, mengumpulkan dana pendanaan pre-seed sebesar $1,7 juta untuk infrastruktur cloud khusus yang dirancang untuk beban kerja AI. Dengan klien seperti OpenAI dan Samsung, perusahaan ini bertujuan untuk meningkatkan pengembangan produk serta memperluas jangkauan di Asia Pasifik dan AS.

GateNews20menit yang lalu

Canva Meluncurkan Platform AI 2.0, Berkembang dari Alat Desain Menjadi Work OS Terpadu

Canva AI 2.0 mengubah Canva dari sekadar alat desain menjadi platform operasi kerja yang komprehensif. Fitur ini menggunakan AI generatif untuk merampingkan alur kerja, memungkinkan pengguna membuat dan mengedit desain melalui bahasa alami, mengotomatiskan tugas, serta mengintegrasikan dengan berbagai aplikasi.

GateNews2jam yang lalu

Candescent Memperluas Operasi di India hingga 1.000 Staf di Tiga Kota

Candescent, sebuah perusahaan fintech AS, telah memperluas tenaga kerjanya di India menjadi 1.000 orang, menjadikan India sebagai pusat pengembangan produknya. Perusahaan ini menggunakan AI untuk 80% proses pengkodeannya, berencana menambah jumlah karyawan lebih lanjut, dan melayani lebih dari 30 juta pengguna, yang menegaskan pentingnya India dalam operasinya.

CryptoFrontier2jam yang lalu

Sajwo Bermitra dengan Rakuten untuk Mempermudah Belanja Lintas Negara dari Jepang ke Korea Menggunakan AI

Sajwo telah bermitra dengan Rakuten untuk mempromosikan layanannya di Korea, memungkinkan transaksi real-time dan pembaruan produk. Kolaborasi ini mencakup dukungan logistik dan layanan pelanggan, membuka jalan bagi ekspansi global Sajwo.

GateNews3jam yang lalu

Saham Alibaba Naik Lebih dari 3% karena Alibaba Cloud Mengumumkan Kenaikan Harga untuk Layanan AI

Pada 16 April, saham Alibaba naik lebih dari 3% setelah mengumumkan kenaikan harga untuk layanan AI agar dapat menstabilkan pasokan dan operasional. Perusahaan ini juga meluncurkan Happy Oyster, model inovatif untuk lingkungan 3D yang menargetkan industri game dan film, sekaligus berupaya meningkatkan pendapatan AI dan cloud hingga $100 miliar dalam lima tahun.

GateNews12jam yang lalu
Komentar
0/400
Tidak ada komentar