Berita Gate: Perusahaan pertambangan milik keluarga Trump, American Bitcoin Corp (ABTC), terus menambah kepemilikan Bitcoin. Saat ini totalnya sudah menembus 7000 koin, setara sekitar 470 juta dolar AS berdasarkan harga saat ini. Meskipun perusahaan terus memperluas aset, harga sahamnya justru terus melemah, membentuk penyimpangan yang jelas.
Hingga akhir Maret 2026, harga saham ABTC jatuh ke 0,81 dolar AS, mendekati titik terendah sepanjang masa sebesar 0,6275 dolar AS. Sejak mulai listing pada 2025, total penurunannya mendekati 90%. Sebagai perbandingan, cadangan Bitcoin perusahaan meningkat hampir tiga kali lipat dari sekitar 2443 koin saat listing, sehingga menempatkannya di jajaran teratas perusahaan publik yang memegang Bitcoin di seluruh dunia.
Dari sisi strategi, ABTC terus menambah kepemilikan melalui dua jalur: “penambangan + pembelian di pasar”. Eric Trump menyatakan bahwa perusahaan sedang mendorong ekspansi cadangan secara bersamaan dengan penambangan diskon dan pembelian yang disiplin, sekaligus meningkatkan secara signifikan jumlah Bitcoin yang dimiliki per saham, sehingga memperkuat logika naratif “aset Bitcoin” yang dibawanya.
Namun, respons pasar modal tidak sejalan. Laporan keuangan perusahaan menunjukkan bahwa pada kuartal keempat 2024, kerugian bersihnya melebihi 59 juta dolar AS, padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya perusahaan masih mencatat laba. Ditambah lagi dengan harga Bitcoin yang turun mendekati 50% dari level tertinggi sepanjang masa, kemampuan menghasilkan laba dan penilaian nilai aset sama-sama mendapat tekanan, menjadi salah satu alasan penting mengapa harga saham terus merosot.
Jalur listing ABTC juga tergolong rumit: entitas milik keluarga Trump bergabung dengan perusahaan pertambangan Hut 8, dan penyelesaian listing dilakukan melalui transaksi pertukaran saham dengan Gryphon Digital Mining. Struktur ini memang mempercepat pengelolaan modal, tetapi juga menambah perhatian pasar terhadap tata kelola dan model profitnya.
Saat ini, harga Bitcoin bertahan di kisaran sekitar 66.000 dolar AS dan bergerak fluktuatif. Bagi investor, kontradiksi utama ABTC terletak pada: apakah cadangan Bitcoin yang terus diperluas dapat mengimbangi kerugian operasional dan akhirnya bertransformasi menjadi imbal hasil bagi pemegang saham. Dalam jangka pendek, pasar lebih menyoroti arus kas dan kemampuan menghasilkan laba, bukan sekadar skala akumulasi satu aset.