Berita Gate News, pada 19 Maret, didorong oleh narasi kecerdasan buatan, token konsep AI Bittensor (TAO) mengalami kenaikan besar dalam beberapa hari terakhir, dengan kenaikan tahap sebesar 43%, dan sempat mendekati zona tekanan kunci. Namun, harga mengalami hambatan yang jelas saat mendekati angka $300, dan tanda-tanda perlambatan momentum jangka pendek mulai muncul.
Percepatan cepat dalam suasana pasar ini terkait erat dengan pidato CEO NVIDIA, Jensen Huang, di GTC 2026. Ia mengusulkan jalur pengembangan yang berfokus pada “kemampuan inferensi” dan agen AI otonom, yang diinterpretasikan oleh para investor sebagai kabar baik untuk proyek infrastruktur AI terdesentralisasi, sehingga menarik perhatian dana terhadap TAO dan token terkait lainnya. Namun, kenaikan ini lebih banyak didorong oleh sentimen, sementara dasar fundamentalnya masih terbatas.
Indikator on-chain dan teknikal menunjukkan bahwa risiko sedang terkumpul. Indeks aliran dana (MFI) telah naik di atas 80, memasuki zona overbought yang khas. Data historis menunjukkan bahwa dalam kondisi serupa, TAO cenderung mengalami kelelahan momentum kenaikan dan memasuki fase koreksi. Jika dana baru tidak cukup masuk, harga lebih mungkin kembali turun untuk melepaskan tekanan, bukan berkonsolidasi secara horizontal.
Saat ini, harga TAO sekitar $277, dan beberapa kali gagal menembus $298, menjadikan sekitar $300 sebagai zona resistensi struktural yang jelas. Jika terjadi pengambilan keuntungan, harga berpotensi turun kembali ke bawah $250, bahkan menguji level support di $229. Zona ini bisa menjadi area kunci untuk pertarungan bullish dan bearish jangka pendek.
Namun, jika dana terus mengalir masuk dan mendorong harga secara efektif menembus angka bulat $300, ekspektasi pasar akan berbalik dengan cepat, dan ruang ke atas berpotensi terbuka hingga $312 bahkan $329, sehingga membalik struktur bearish saat ini.
Para analis menunjukkan bahwa dalam konteks penguatan narasi AI yang semakin menyatu dengan pasar kripto, aset dengan elastisitas tinggi seperti TAO lebih rentan terhadap dorongan sentimen. Dalam jangka pendek, perlu waspada terhadap risiko volatilitas akibat overheating teknikal, serta memperhatikan pengaruh perubahan kondisi makro dan aliran dana terhadap tren harga.