Pesan Berita Gate, 14 April — Pemerintah Inggris telah menarik keluarga staf Inggris dari Tel Aviv sebagai langkah pencegahan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa sore, otoritas mengonfirmasi langkah itu sambil mencatat bahwa Kedutaan Besar Inggris tetap beroperasi secara normal. Pejabat memperingatkan bahwa “situasi bisa meningkat dengan cepat dan menimbulkan risiko yang signifikan,” seraya menambahkan bahwa ketegangan regional dapat menyebabkan perbatasan internasional ditutup.
Pemerintah menyoroti berbagai ancaman keamanan, termasuk risiko serangan roket dan drone di seluruh Israel dan Palestina. Otoritas juga memperingatkan kemungkinan serpihan dari rudal yang dicegat jatuh melintasi kawasan tersebut serta potensi gangguan di bandara Ben Gurion di Tel Aviv. Ketegangan politik dapat memicu demonstrasi dan bentrokan di sekitar peristiwa dan peringatan besar.
Kementerian Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan (FCDO) kini menyarankan agar tidak melakukan perjalanan ke Israel dan Palestina. Warga negara Inggris yang berada di wilayah tersebut diminta untuk memantau pembaruan setempat dengan saksama dan mengikuti instruksi darurat dari Komando Garda Depan Israel.