Berita Gate News, 11 April, menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip pejabat yang mengetahui penilaian intelijen AS, Iran masih memiliki beberapa ribu rudal balistik di gudang persenjataannya, dan rudal tersebut dapat diluncurkan dengan mengambil peluncur dari area penyimpanan bawah tanah.
Sebagian pejabat AS mengatakan bahwa mereka khawatir Iran akan memanfaatkan masa gencatan senjata untuk menyusun kembali sebagian persenjataan rudalnya. Laporan intelijen AS menunjukkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk menyusun kembali sebagian kekuatan rudal. Para pejabat AS mengatakan bahwa meskipun lebih dari setengah peluncur rudal Iran telah dihancurkan, rusak, atau terkunci di bawah tanah, masih ada porsi yang cukup besar dari peluncur yang tersisa yang dapat diperbaiki atau digali dari fasilitas bawah tanah.
Para pejabat AS dan Israel mengatakan bahwa persediaan rudal Iran dalam konflik ini telah berkurang kira-kira setengahnya, tetapi Iran masih memiliki ribuan rudal balistik jarak pendek dan jarak menengah, yang dapat diambil dari tempat persembunyian atau fasilitas bawah tanah. Para pejabat AS juga mencatat bahwa Iran masih memiliki persediaan rudal jelajah dalam jumlah kecil. Jika perundingan AS-Iran gagal, rudal-rudal tersebut dapat digunakan untuk menyerang kapal-kapal di Teluk Persia atau pasukan militer AS yang mencoba merebut pulau.