Pesan Gate News, 19 April — Drone MQ-4C Triton canggih Angkatan Laut AS melakukan operasi pengawasan di ruang udara Kuba pada 16 April, terbang pada ketinggian sekitar 1,5 kilometer selama lebih dari 12 jam. Berdasarkan data pelacakan penerbangan, pesawat tersebut berangkat dari Naval Station Jacksonville di Florida dan mengitari Havana serta Teluk Guantanamo beberapa kali selama misinya.
Triton, yang diproduksi oleh Northrop Grumman, bernilai $238 juta per unit pada 2025 dan merupakan salah satu aset pengintaian strategis paling canggih dalam persenjataan AS. Dirancang untuk pengawasan maritim jarak jauh, drone ini dilengkapi sensor yang mampu memantau hamparan luas area laut dan garis pantai. Analis militer di Defense Blog mencatat bahwa pola penerbangan berulang drone tersebut menunjukkan adanya aktivitas pengawasan yang berkelanjutan, bukan sekadar transit rutin. Seorang perwakilan Flight24 menyatakan ini menandai pertama kalinya drone seperti itu mendekati Kuba sejauh ini, meskipun pesawat serupa telah dilacak melintasi zona konflik global dari Laut Hitam hingga Teluk Persia.
Operasi ini berlangsung di tengah meningkatnya fokus kebijakan AS terhadap Kuba. USA Today melaporkan bahwa Pentagon sedang mengembangkan rencana kontinjensi militer terkait kemungkinan operasi yang berhubungan dengan Kuba. Kementerian Pertahanan AS menyatakan pihaknya tetap siap untuk berbagai kemungkinan dan siap mengeksekusi perintah segera setelah adanya arahan dari presiden. Ini mengikuti pernyataan Presiden Donald Trump pada bulan Maret yang menyatakan keyakinan dalam “mengambil alih” Kuba dan kemudian menyiratkan kemungkinan keterlibatan militer jika konflik dengan Iran berakhir.