Token WLFI Turun 13% karena World Liberty Membuka Pemungutan Suara Pencairan yang Kontroversial

CryptoFrontier
WLFI-14,2%
USD1-0,01%

World Liberty Financial, proyek DeFi dan stablecoin yang terkait dengan keluarga Trump, secara resmi telah membuka pemungutan suara untuk sebuah proposal tata kelola yang kontroversial guna membuka kunci 62 miliar token WLFI, menurut berkas proposal. Pemungutan suara ini hadir saat harga token telah turun 13% menjadi $0.064 dari $0.073 menjelang pemungutan suara tata kelola dimulai, menurut pelacakan harga The Block.

Rincian Proposal

Proposal tata kelola tersebut akan menggantikan kunci token yang saat ini tidak memiliki batas waktu dengan jadwal vesting yang terstruktur. Menurut proposal, sekitar 45 miliar token WLFI akan diberikan kepada tim pendiri, para penasihat, dan mitra awal, dengan syarat adanya cliff dua tahun dan jadwal vesting linier selama tiga tahun. Sebanyak 17 miliar token tambahan yang ditetapkan untuk pendukung protokol awal akan mengikuti cliff dua tahun dan jadwal vesting selama dua tahun.

Proposal tersebut menyatakan bahwa langkah ini dimaksudkan untuk “menggantikan kunci token yang saat ini tidak memiliki batas waktu dengan jadwal vesting yang terstruktur, memberikan kejelasan mengenai pasokan token di masa depan, sekaligus menangani partisipasi tata kelola yang rendah.” Periode pemungutan suara akan berlangsung selama tujuh hari dan memerlukan kuorum 1 miliar token WLFI agar dapat disetujui.

Jika disetujui, sekitar 10% token yang disisihkan untuk tim pendiri dan investor juga bisa dibakar secara permanen, yang mewakili sekitar 4.5 miliar token, menurut pernyataan tim.

Pergerakan Harga dan Konteks Pasar

WLFI turun hampir 13% pada waktu publikasi menjadi $0.064, dari harga $0.073 menjelang pemungutan suara tata kelola dimulai. Token tersebut pernah diperdagangkan pada level tertinggi sepanjang masa sebesar $0.33, menurut laman harga The Block.

Tanggapan Investor

Banyak pembeli token presale telah mengkritik proposal tersebut, memandang jadwal vesting dua tahun sebagai tidak adil setelah sudah menunggu lebih dari satu tahun sejak peluncuran. Sekitar 25 miliar token WLFI, dari total pasokan 100 miliar, dijual dalam beberapa putaran presale publik. Meskipun proyek telah membuka sebagian dari token-token tersebut, investor presale masih memegang sekitar 17 miliar token.

Komentator di X telah menyatakan frustrasi terhadap timeline yang diperpanjang. “Apa-apaan ini 2 year cliff 2 year vesting bullshit? Saya tidak mengerti bagaimana investor awal harus menunggu hingga 4 tahun untuk mendapatkan alokasi penuh mereka. Dirty work!” kata satu investor. Yang lain mengangkat kekhawatiran apakah World Liberty akan tetap layak dalam dua tahun, sementara beberapa mengkritik pemungutan suara tersebut sebagai cara lain untuk memperkaya keluarga dan teman Presiden Donald Trump.

Tron founder Justin Sun, salah satu investor terbesar WLFI, telah angkat bicara menentang proposal pembukaan token tersebut. “Untuk token pembeli awal, proposal ini mengenakan cliff dua tahun diikuti oleh jadwal vesting dua tahun — dan sekali lagi, untuk pihak yang tidak secara tegas menyetujuinya, token mereka dikunci secara permanen,” kata Sun minggu lalu.

Kekhawatiran Politik dan Etis

Pada peluncurannya, Donald Trump tercantum sebagai ketua advokat kripto untuk proyek tersebut, bersama “DeFi Visionary” Barron Trump, “Web3 Ambassadors” Eric Trump dan Donald Trump Jr., serta co-founder Zach Witkoff, putra dari sekutu Trump Steve Witkoff.

Anggota parlemen telah mengangkat kekhawatiran mengenai upaya kripto Presiden Trump, termasuk World Liberty. Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa perusahaan yang didukung UAE, Aryam Investment, diam-diam membeli kepemilikan 49% di WLFI senilai $500 juta, dengan sekitar $187 juta yang mengalir langsung ke entitas keluarga Trump, sehingga menimbulkan kekhawatiran etis.

Selain itu, perusahaan investasi negara berbasis Abu Dhabi MGX menggunakan stablecoin USD1, yang dikeluarkan oleh World Liberty, untuk menutup investasi senilai $2 miliar dalam bursa kripto Binance. Kesepakatan ini terjadi sebelum Presiden Trump mengampuni mantan CEO Binance Changpeng Zhao, yang telah mengaku bersalah atas pelanggaran keuangan federal.

Gugatan Justin Sun dan Sengketa Tata Kelola

Tron founder Justin Sun baru-baru ini menggugat World Liberty setelah tim membekukan token WLFI miliknya dan membuatnya tidak memenuhi syarat untuk memberikan suara dalam proposal tata kelola. Sun, yang mengatakan ia tetap menjadi pendukung presiden, adalah salah satu investor terbesar WLFI. Sebagai gantinya, World Liberty menuduh Sun melakukan pelanggaran dan manipulasi token.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar