
Otoritas Pengawasan Aset Virtual Dubai (VARA) pada 31 Maret menerbitkan edisi 2.1 dari “Buku Pedoman Aturan Layanan untuk Bursa VARA”, secara resmi meluncurkan kerangka pengawasan untuk derivatif yang diperdagangkan di bursa (ETD) kripto, yang berlaku untuk semua penyedia layanan aset virtual (VASP) berlisensi yang menyediakan layanan perdagangan di Dubai. Kerangka baru memungkinkan institusi dan investor ritel untuk berpartisipasi, namun batas leverage untuk ritel ditetapkan maksimum 5x (margin awal tidak kurang dari 20%).
Kepala Konsultan Hukum Umum VARA, Ruben Bombardi, menyatakan: “Derivatif adalah langkah berikutnya yang alami dalam perkembangan pasar aset virtual, tetapi mereka memerlukan standar tata kelola yang lebih tinggi.” Penerbitan kerangka ini menandai bahwa Dubai, selain perdagangan spot, kini secara resmi menetapkan pagar pengaman pengawasan penuh untuk bisnis derivatif kripto yang berisiko lebih tinggi.
Penilaian Kelayakan Nasabah: Investor ritel harus lulus penilaian ketat, termasuk verifikasi pengalaman perdagangan, kondisi keuangan, dan kemampuan menanggung risiko, agar dapat diizinkan berpartisipasi dalam perdagangan derivatif
Kontrol Leverage dan Margin: Batas atas leverage untuk investor ritel adalah 5x (margin awal tidak kurang dari 20%); perusahaan berlisensi harus secara proaktif membatasi akses ke produk yang tidak sesuai dengan karakteristik risiko nasabah tertentu
Isolasi Aset: Dana nasabah harus dipisahkan secara ketat dari dana milik perusahaan, untuk melindungi keamanan aset investor saat terjadi krisis di platform
Standar Pengungkapan: Perusahaan berlisensi harus menyediakan informasi produk yang memadai dan jelas kepada nasabah, memastikan nasabah sepenuhnya memahami karakteristik risiko derivatif
Hak Intervensi Regulator: VARA berhak mengambil langkah intervensi saat tekanan pasar atau periode kekacauan perdagangan, termasuk menangguhkan produk, mewajibkan penutupan posisi (force close), meningkatkan persyaratan margin, dan membentuk dana asuransi; dalam keadaan darurat, VARA dapat meminta tindakan segera tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
Batas leverage ritel 5x yang ditetapkan VARA secara signifikan lebih rendah dibandingkan tingkat leverage yang ditawarkan oleh beberapa platform derivatif kripto lepas pantai—di mana leverage untuk beberapa kontrak pernah mencapai lebih dari 100x. Pengaturan yang konservatif ini mencerminkan prioritas VARA untuk perlindungan investor ritel, bukan semata mengejar tingkat aktivitas pasar.
Dalam konteks historis, kerangka kali ini dibangun di atas serangkaian eksplorasi pengawasan derivatif yang dilakukan Dubai sebelumnya: pada 2024, bursa berlisensi Dubai hanya menawarkan derivatif kepada investor institusional yang memenuhi ambang batas kualifikasi yang ketat; pada Juli 2025, OKX meluncurkan rencana uji coba untuk investor ritel berdasarkan kerangka VARA. Buku pedoman aturan edisi baru memformalkan dan memperluas praktik awal tersebut, menetapkan persyaratan yang distandarkan untuk semua perusahaan berlisensi, serta memperluas jangkauan akses pasar dalam kondisi regulasi yang lebih jelas dan dapat dieksekusi.
Kerangka ini berlaku untuk semua penyedia layanan aset virtual (VASP) yang memegang lisensi VARA di Dubai dan menyediakan layanan perdagangan, mencakup bursa kripto serta lembaga layanan keuangan berlisensi lainnya; semua perusahaan yang menjalankan bisnis derivatif kripto di Dubai wajib mematuhi ketentuan kerangka ini.
Investor ritel harus lulus penilaian kelayakan yang ketat oleh perusahaan berlisensi, termasuk verifikasi pengalaman perdagangan, peninjauan kondisi keuangan, dan uji kemampuan menanggung risiko. Batas leverage adalah 5x, dengan margin awal tidak kurang dari 20%; jika hasil penilaian menunjukkan bahwa suatu produk tidak sesuai untuk nasabah tertentu, perusahaan berlisensi harus secara proaktif membatasi aksesnya.
Langkah intervensi darurat VARA meliputi penangguhan perdagangan produk, pemaksaan penutupan posisi, peningkatan persyaratan margin, serta permintaan pembentukan dana asuransi. Dalam keadaan darurat, VARA dapat, tanpa perlu pemberitahuan terlebih dahulu, meminta perusahaan berlisensi untuk segera bertindak guna mencegah gejolak pasar menyebar lebih luas.