Berita Gate News, pada 12 April, menurut laporan BangkokPost, seorang peretas berkewarganegaraan Jerman berusia 27 tahun bernama Noah Christopher ditangkap di Bangkok, Thailand, karena sejumlah surat perintah penangkapan untuk kejahatan siber hingga 74 dakwaan yang dihadapi di Eropa. Investigasi menunjukkan bahwa orang tersebut diduga mengembangkan dan mengoperasikan platform ransomware serta sistem “kejahatan siber sebagai layanan” (“cybercrime as a service”/CaaS) antara 2021 hingga 2025, termasuk menyediakan alat serangan distributed denial of service (DDoS) (seperti Fluxstress, Neldowner), membantu pelanggan di seluruh dunia melancarkan serangan siber dan menerima imbalan. Pembayaran tebusan terkait melibatkan mata uang kripto dan aset digital lainnya, yang membentuk aktivitas kejahatan siber lintas negara. Saat ini visanya telah dicabut, dan ia ditahan sambil menunggu diekstradisi ke Jerman.