
Pendiri bersama bursa cryptocurrency terbesar di India, CoinDCX, Sumit Gupta dan Neeraj Khandelwal, ditangkap oleh polisi India pada hari Jumat di Bangalore karena diduga melakukan penipuan investasi cryptocurrency, dan dibawa ke pengadilan daerah setempat untuk proses akhir pekan. CoinDCX membantah semua tuduhan tersebut, menyatakan bahwa penipuan dilakukan melalui situs palsu yang meniru merek mereka dan tidak terkait dengan platform resmi.
Penangkapan ini bermula dari laporan polisi pertama (FIR) yang diajukan oleh seorang konsultan asuransi berusia 42 tahun pada 16 Maret, yang tinggal di pinggiran Thane, Mumbai Metropolitan Area. Dalam laporan tersebut, penggugat mengklaim bahwa antara Agustus 2025 dan Februari 2026, mereka menjadi korban penipuan dengan modus “peluang waralaba dan pengembalian tinggi terkait CoinDCX,” dengan kerugian sekitar 7,16 juta Rupee (sekitar 85.000 USD). FIR mencantumkan enam tersangka, termasuk kedua pendiri dan empat orang lainnya, dengan tuduhan penipuan kriminal.
Menurut sumber yang mengetahui kejadian ini kepada media bisnis India, Moneycontrol, penipuan dilakukan melalui situs palsu bernama coindcx.pro, yang sama sekali tidak terkait dengan platform resmi coindcx.com. Selain itu, pelapor tidak pernah menghubungi CoinDCX secara langsung sebelum mengajukan FIR. Kedua pendiri merasa “terkejut” atas tuduhan mendadak ini.
CoinDCX mengeluarkan pernyataan di X (Twitter), menyatakan bahwa FIR tersebut “tidak benar dan merupakan konspirasi yang dipimpin oleh peniru yang mengaku sebagai pendiri CoinDCX.” Perusahaan menegaskan bahwa penipuan dilakukan melalui domain palsu, bukan platform resmi mereka, dan merinci langkah-langkah perlindungan yang telah diambil:
Skala Situs Palsu: Dari April 2024 hingga Januari 2026, lebih dari 1.212 domain palsu yang meniru coindcx.com telah dilaporkan ke pihak berwenang.
Pelapor Tidak Pernah Menghubungi Langsung: Sebelum mengajukan FIR, pelapor tidak pernah menghubungi CoinDCX melalui saluran resmi.
Situs Terlibat Tidak Berizin: Penipuan dilakukan melalui domain palsu seperti coindcx.pro yang tidak memiliki izin dan tidak terkait dengan platform resmi.
Kerja Sama dengan Penegak Hukum: Perusahaan menyatakan akan sepenuhnya mendukung penyelidikan terkait peniruan merek dan kejahatan siber terkait.
Penangkapan ini merupakan kejadian kedua yang melibatkan polisi terhadap CoinDCX dalam waktu kurang dari satu tahun. Pada Juli 2025, polisi Bangalore menangkap insinyur perangkat lunak Rahul Agarwal, yang diduga menggunakan data akun untuk mencuri sekitar 44 juta USD dari dompet internal perusahaan; hacker tersebut menipu dengan memalsukan informasi rekrutmen dan menginstal perangkat lunak berbahaya. CoinDCX menyatakan telah mengisi kerugian dari dana cadangan dan bahwa aset pelanggan tidak terpengaruh.
Dalam aspek pengembangan perusahaan, CoinDCX mengumumkan pada Oktober 2025 bahwa mereka menerima investasi dari Coinbase Ventures, dengan valuasi mencapai 2,45 miliar USD. Komisi Persaingan India menyetujui akuisisi minoritas ini pada Desember 2025. Didirikan oleh Gupta dan Khandelwal pada 2018, keduanya adalah alumni Indian Institute of Technology Bombay (IIT Bombay). Saat ini, CoinDCX memiliki lebih dari 20 juta pengguna, dengan volume transaksi tahunan mencapai 165 miliar USD, menjadikannya perusahaan unicorn cryptocurrency pertama di India.
Mengapa pendiri CoinDCX ditangkap?
Polisi Thane menyelidiki berdasarkan FIR yang diajukan pada 16 Maret, yang menuduh mereka terlibat dalam kasus penipuan investasi cryptocurrency yang merugikan sekitar 7,16 juta Rupee. Setelah diinterogasi di Bangalore pada hari Jumat, mereka resmi ditangkap dan ditahan hingga 23 Maret.
Apa posisi resmi CoinDCX?
CoinDCX menyatakan bahwa FIR tersebut dipimpin oleh peniru yang mengaku sebagai pendiri, dan penipuan dilakukan melalui domain palsu coindcx.pro, yang tidak terkait dengan platform resmi. Perusahaan telah melaporkan lebih dari 1.212 domain palsu selama dua tahun terakhir dan akan bekerja sama dengan pihak berwenang.
Apakah ini kali pertama CoinDCX terlibat dalam penyelidikan polisi?
Tidak. Pada Juli 2025, seorang insinyur perangkat lunak CoinDCX juga ditangkap oleh polisi Bangalore karena diduga membantu pencurian sebesar 44 juta USD. Penangkapan pendiri ini merupakan kejadian kedua dalam waktu kurang dari satu tahun yang melibatkan penegakan hukum.