Berita Gate, 20 Maret, Major League Baseball (MLB) Amerika Serikat mengumumkan kerjasama selama bertahun-tahun dengan platform pasar prediksi Polymarket, serta menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC). Kesepakatan ini bernilai hingga 300 juta dolar AS dan dianggap sebagai sinyal penting pertama kali dari liga olahraga yang secara tegas mendukung industri pasar prediksi di tengah perbedaan regulasi federal dan negara bagian.
Menurut kesepakatan tersebut, kedua pihak akan membangun mekanisme berbagi data dan integritas pasar, dengan fokus pada transparansi dan kepatuhan dalam transaksi terkait acara olahraga. Ketua MLB Rob Manfred dan Ketua CFTC Rostin Behnam bersama-sama mendorong kerangka kerja ini, memperkuat posisi pengawasan derivatif federal terhadap pasar prediksi. Langkah ini dilakukan saat beberapa negara bagian di AS mengambil tindakan hukum terhadap platform serupa, menimbulkan ketegangan mengenai yurisdiksi regulasi.
Sebelumnya, Arizona telah menuntut Kalshi secara pidana, menuduh bahwa kontrak acara olahraga yang mereka tawarkan merupakan bentuk perjudian tanpa izin. Sementara itu, otoritas regulasi di beberapa negara bagian juga mengeluarkan perintah pembatasan, menimbulkan tekanan kepatuhan terhadap industri pasar prediksi. CFTC menegaskan bahwa produk semacam ini harus berada di bawah pengawasan hukum derivatif federal, bukan hukum perjudian negara bagian.
Secara bisnis, Polymarket akan mendapatkan data resmi MLB dan hak penggunaan merek, serta sumber daya promosi di saluran digital liga. Platform ini berbasis jaringan Polygon dan menggunakan mekanisme penyelesaian dengan stablecoin. Volume transaksi platform ini mencapai ratusan miliar dolar AS pada tahun 2025, menunjukkan permintaan pasar yang kuat.
Perlu dicatat bahwa dalam kesepakatan ini terdapat klausul penghentian: jika pengadilan akhirnya memutuskan bahwa pasar prediksi melanggar hukum negara bagian, kerjasama akan otomatis berakhir. Pengaturan ini mencerminkan bahwa industri masih berada dalam tahap ketidakpastian regulasi. Saat ini, Kongres AS juga sedang mendorong legislasi terkait, dengan beberapa usulan membatasi kontrak acara olahraga dan bahkan melarang secara total pasar prediksi terkait pemilihan.
Seiring meningkatnya perbedaan yurisdiksi antara federal dan negara bagian, banyak pihak memperkirakan kasus semacam ini akhirnya akan diajukan ke Mahkamah Agung. Pernyataan MLB ini dipandang sebagai tonggak penting dalam integrasi olahraga tradisional ke pasar prediksi berbasis blockchain, yang juga dapat mempercepat proses regulasi di bidang ini.