
Perusahaan keamanan blockchain PeckShield memantau bahwa liquidity vault HLP dari platform pertukaran derivatif terdesentralisasi Hyperliquid mengalami kerugian sekitar 1,5 juta dolar AS dalam 24 jam terakhir. Penyerang, melalui akumulasi untuk membangun posisi long senilai sekitar 15 juta dolar AS pada FARTCOIN, secara sengaja memicu paksa likuidasi yang bersifat “bunuh diri” dalam kondisi likuiditas rendah, sehingga memaksa kerugian pembukuan sekitar 3 juta dolar AS.
(Sumber: Hyperliquid)
Analis on-chain 0xMacroGuy di platform X menguraikan secara rinci logika operasional serangan kali ini, mengungkap pola serangan baru yang menargetkan token dengan likuiditas rendah dan mekanisme ADL:
Langkah Pertama (Membangun Gudang Beracun):Penyerang, di 4 dompet, membangun posisi long berleveraj tinggi untuk token FARTCOIN yang likuiditasnya sangat buruk, dengan total skala mencapai 15 juta dolar AS
Langkah Kedua (Membakar Secara Disengaja):Penyerang secara aktif mendorong posisi ke kondisi rugi, membakar margin mereka sendiri, sehingga memicu ketentuan likuidasi paksa
Langkah Ketiga (Memicu ADL):Setelah posisi dilikuidasi, mekanisme ADL Hyperliquid aktif, dan sistem dipaksa untuk memindahkan posisi beracun ke liquidity vault HLP
Langkah Keempat (HLP Menanggung Piutang Buruk):HLP dipaksa menyerap posisi dan kerugian piutang buruk yang ditinggalkan penyerang, sehingga kerugian pembukuan sekitar 3 juta dolar AS
Data peristiwa ini memiliki perbedaan tertentu. Laporan PeckShield menunjukkan kerugian langsung sekitar 1,5 juta dolar AS, sementara penilaian analis 0xMacroGuy memperlihatkan bahwa HLP mengalami kerugian sekitar 1,2 juta dolar AS dalam 24 jam (sekitar 0,35% penurunan). Kerugian pembukuan mencapai sekitar 3 juta dolar AS, tetapi analis menyatakan bahwa penyerang mungkin memegang posisi lindung nilai berlawanan di tempat lain—sambil sengaja membakar margin, mereka dapat memperoleh laba bersih besar melalui lindung nilai lintas tempat.
Hal ini membuat sifat peristiwa ini lebih mirip operasi arbitrase yang dirancang dengan teliti, bukan sekadar tindakan perusakan. Hingga data terbaru, nilai total agunan (TVL) dari vault HLP dilaporkan sebesar 420 juta dolar AS, dan imbal hasil tahunan (annualized) selama satu bulan terakhir adalah 0%.
Mekanisme ADL (Automatic Deleveraging / Auto-Deleveraging) adalah garis pertahanan terakhir bagi platform derivatif untuk mencegah keruntuhan pasar setelah dana asuransi habis—ketika kerugian posisi melebihi kemampuan dana asuransi, sistem secara otomatis melakukan penutupan paksa dari pihak yang diuntungkan untuk menutup celah. Maksud awal desain mekanisme ini adalah menjaga stabilitas pasar, namun serangan ini mengungkapkan kelemahan penting: di pasar token berlikuiditas rendah, penyerang dapat memanfaatkan mekanisme ADL secara sistematis untuk mengalihkan kerugian mereka ke liquidity vault, sekaligus menyelesaikan perolehan laba dari lindung nilai di pasar eksternal.
Ini bukan pertama kalinya Hyperliquid menghadapi masalah serupa. Pada Maret 2025, Hyperliquid pernah mengalami insiden manipulasi likuidasi serupa yang menggunakan token JellyJelly sebagai perantara; pada saat itu, mereka mengambil langkah intervensi yang lebih kontroversial untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Penyerang dengan sengaja membangun posisi berleveraj tinggi pada token berlikuiditas rendah, lalu secara sengaja mendorongnya ke kondisi rugi dan memicu likuidasi paksa, mengaktifkan mekanisme ADL, sehingga memaksa HLP menanggung posisi beracun. Penyerang juga melakukan lindung nilai berlawanan di lokasi lain, sehingga kerugian dialihkan dan berpotensi menghasilkan laba bersih.
Laporan PeckShield menunjukkan kerugian langsung HLP sekitar 1,5 juta dolar AS, sementara analis 0xMacroGuy mengestimasi sekitar 1,2 juta dolar AS (penurunan 0,35%). Kerugian pembukuan sekitar 3 juta dolar AS, tetapi penyerang mungkin dapat memperoleh laba berlawanan melalui lindung nilai lintas tempat. Saat ini, HLP TVL tetap sebesar 420 juta dolar AS.
FARTCOIN memiliki karakteristik likuiditas rendah, yang menjadi kondisi kunci untuk jenis serangan ini. Di pasar dengan likuiditas rendah, pembentukan posisi berukuran besar dan likuidasi memberi dampak yang lebih besar terhadap harga pasar, mekanisme ADL lebih mudah terpicu, dan posisi beracun juga lebih sulit diserap serta dicerna secara normal.