Dalam pasar cryptocurrency, ada sebuah fenomena yang sangat umum namun penuh teka-teki:
—— Setiap kali pasar mengalami penurunan tajam, selalu ada banyak trader ritel yang berbondong-bondong masuk, berteriak “kesempatan membeli di harga murah”;
—— Dan setiap kali pasar melonjak tinggi, mereka justru ragu-ragu, bahkan ada yang membeli di puncak.
Logika perilaku ini sudah sering terlihat di pasar saham, tetapi di dunia crypto justru menunjukkan tingkat yang lebih ekstrem. Alasannya sangat sederhana: volatilitas di dunia crypto lebih keras, informasi lebih kacau, leverage lebih mudah didapatkan, dan ambang partisipasi lebih rendah.
Oleh karena itu, kita sering melihat situasi seperti ini:
* BTC dari 60.000 turun ke 50.000, ada yang membeli di bawah;
* Turun ke 40.000, ada yang membeli lagi;
* Turun ke 30.000, lebih banyak orang “berhenti sejenak dan membeli”;
* Turun ke 20.000, hampir semua trader ritel bertanya: “Apakah ini sudah bottom?”
Namun kenyataannya seringkali adalah: “bottom” yang sesungguhnya biasanya muncul setelah sebagian besar trader ritel sudah terjebak, mengalami margin call, dan terpaksa keluar dari pasar.
Lalu pertanyaannya:
**Mengapa trader ritel begitu antusias membeli di harga murah? Mengapa mereka tetap membeli meskipun tahu “jangan menerima pisau terbang”, dan tetap maju terus? Mengapa di dunia crypto, fenomena ini semakin parah?**
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kita perlu menganalisis dari berbagai dimensi.